Dalam perjalanan karier, satu hal yang menurutku paling penting dan bisa membantu kita naik menjadi manajer dengan cepat adalah kemampuan untuk caper—tapi dengan cara yang positif. Bukan caper yang terkesan buruk, tapi lebih ke proaktif untuk terlibat dan bantu tim.
Pengalaman Pribadi: Dari UI Designer Menjadi Project Manager
Ketika pertama kali bekerja di sebuah agency IT, posisi awal saya adalah UI designer. Awalnya saya hanya fokus pada desain UI, tapi ternyata dalam beberapa bulan, saya ditawari menjadi project manager. Hal ini mengejutkan, dan sering membuat saya bertanya, apa yang membuat manajemen memilih saya untuk peran yang lebih besar?
Banyak orang bilang kalau ingin naik cepat dalam karier, kita harus caper atau “cari perhatian”. Caranya? Seringkali ada yang mengira harus banyak omong, atau bahkan klaim kerjaan orang lain. Tapi, metode ini bukan hanya tidak sehat tapi juga tidak berkelanjutan.
‘Caper’ yang Positif: Bantu Tim dan Ambil Tantangan
Ada cara caper yang sebenarnya sama efektifnya, tapi lebih positif dan bahkan lebih berdampak baik: yaitu dengan selalu siap membantu pekerjaan di tim, serta menerima tantangan atau permintaan dari atasan tanpa ragu.
Di awal-awal karier saya, saya berusaha tidak hanya mengerjakan desain UI. Saat tugas selesai, saya mencoba untuk tetap aktif. Jika ada kesempatan untuk bantu di tugas lain, saya terima. Saya bahkan sempat diminta menguji aplikasi, membuat flowchart untuk proyek, hingga membangun situs WordPress meskipun bukan developer. Semua itu mengasah skill baru saya dan membangun hubungan baik dengan tim.
Membangun Reputasi Melalui Performa dan Kolaborasi
Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa menjadi proaktif dan berkontribusi di luar job desk kita membuat kita semakin dikenal di lingkungan kerja. Ini bukan hanya soal mengerjakan sesuatu; ini tentang menunjukkan bahwa kita siap untuk belajar dan beradaptasi. Di sisi lain, ketika atasan memberikan tantangan dan kita bisa menyelesaikannya dengan baik, performa kita juga terlihat dan diakui.
Karena kebiasaan ini, ketika ada posisi project manager yang kosong, saya dipercaya untuk mengisi posisi itu meskipun masih bekerja sebagai desainer. Walaupun posisinya di agency, pengalaman ini tetap berharga dan dapat mengukuhkan status sebagai manajer di CV.
Kesimpulan: Berikan yang Terbaik dan Ambil Tantangan!
Kesimpulannya, saat kita bekerja dalam lingkungan yang mendukung, kita bisa memanfaatkan itu dengan berfokus pada prinsip give and give. Selalu bantu rekan kerja yang membutuhkan, jangan ragu mengambil tantangan dari atasan, dan teruslah belajar. Dengan sikap seperti ini, peluang untuk naik jadi manajer akan terbuka lebih lebar.
Dengan cara ini, caper kita bukan hanya soal tampil menonjol, tapi tentang memberikan kontribusi nyata bagi tim dan organisasi. Semoga artikel ini bisa memberikan perspektif baru buat teman-teman yang ingin naik level dalam karier! Jangan lupa ikuti konten saya untuk tips manajerial lainnya.